PERIH


PERIH
 By: Naomi
Tersayat aku kala pandangi wajahmu

Hilang kata, kelu lidah dihadapmu

Terasa tajam ngilu, kaku aku terpaku

Kala teringat masa harus tinggalkanmu


Masa yang kian terasa mendekat

Terasa memburu mengejar jiwaku

Harus aku berlari dimalam pekat

Ataupun terik mentari pelarianku


Kudiamkan semua dukaku

Tuk diamkan resah gundah hatimu

Haruskah aku telan semua pedih...???

Tanpa sisakan bahagia untukku?



Aku hanyalah anak Sang Waktu

Yang tertatih, terhempas atasmu

Bahagiamu adalah ingin hatiku


Ohh...... Sang Waktu  berikan pintaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar