“The Fairies’ Tale In The Dark Town”
(Part. 7)
By: Naomi
TERROR I
“And so the Swans’ dance…”
Cuaca malam itu begitu cerah, tak ada sedikit pun awan yang menyaput sinar rembulan yang memancar indah. Kerlap-kerlip bintang yang bertaburan diangkasa membuat malam itu terasa sangat sempurna. Sesekali terdengar suara kodok meningkahi riuhnya nyanyian jangkrik. Hembusan angin malam menimbulkan orkestra daun yang bergesek diantara pepohonan. Udara hangat terasa menyelimuti dan membelai mesra kulit sepasang insan yang tengah berbaring direrumputan hijau itu, sembari menatap takjub akan keindahan lukisan malam Sang Pencipta. Puncak, whadda perfect summer night camp at backyard!
“Lihat Bin, itu rasi bintang summer triangle!” Seru Nayla antusias sembari menunjuk kearah langit utara. Bintang mengedarkan pandangannya kearah yang ditunjuk Nayla.
“Hmm…” Gumam Bintang.
“Cygnus, Lyra dan Vega…” Lanjut Nayla berdesis lirih.
“Ya.” Sahut Bintang singkat.
“Tahukah kamu kisah mereka, Sayang?” Tanya Nayla penuh semangat. Bintang menggeleng pelan sambil tersenyum.
“Apapun dan bagaimana pun itu, kamu tetap lebih indah dari mereka, Sayang.” Ujar Bintang lembut sembari menyisipkan lengannya kebawah kepala Nayla dan merangkulnya mesra. Ditepiskannya dedaunan kering yang menempel dirambut Nay. Dan ia pun menggeliat miring kearah Bintang, memeluk pinggangnya. Nayla menatap mesra kearah laki-laki yang sangat dicintainya itu.
“I’m happy to have you in my life, Honey…” Bisik Nayla tersenyum bahagia sembari membelai rambutnya Bintang. Bintang merubah posisi tidurnya sehingga sekarang tubuh dan wajah mereka terlihat saling berhadap-hadapan. Dengan penuh kasih sayang, Bintang mengusap-usap pelan bahu Nayla.
“Mungkin aku yang jauh lebih beruntung, Sayang… Beruntung karena memiliki seorang kekasih seperti dirimu, yang mau menerima segala kekuranganku. Mengerti dan mencintaiku apa adanya. Memilikimu, adalah hal terindah yang pernah dikirimkan Tuhan kepadaku. Aku mencintaimu Nayla, sangat mencintaimu…”
Perlahan-lahan wajah mereka saling mendekat, sangat dekat, hingga Bintang bisa merasakan hangat dan harumnya hembusan nafas Nayla menerpa wajahnya. Seketika darah Bintang berdesir hebat ketika dengan perlahan bibir sensualnya Nayla bergerak makin mendekat mencium bibirnya. Terasa lembut, hangat dan basah.
Bintang merasakan tubuhnya tersetrum hebat, so sensational! Ada rasa yang hendak melompat-lompat keluar dari perutnya yang tak bisa dijelaskan, seperti memelihara ribuan kupu-kupu didalam perut! Dilihatnya Nayla memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan perasaan hati dan cintanya terhadap Bintang yang terwujud dalam sebuah ciuman hangat mereka. Dengan penuh cinta dan kelembutan, Bintang membalas ciuman Nayla. Mereka saling memagut erat, bibir-bibir pun saling bertaut, seakan-akan tak mau lagi terpisahkan.
Bintang terlalu mencintai Nayla, bahkan melebihi cintanya terhadap dirinya sendiri. Ia akan berikan dan lakukan apapun hanya untuk membuat Nayla bahagia. Desahan nafas Nayla ditelinganya membuat birahi Bintang tersentak-sentak keluar. Ia pun merangkul erat pinggang Nayla dan memeluknya lebih kencang. Terasa sepasang gumpalan benda yang hangat, lembut dan kenyal milik Nayla menekan dadanya.
Seuntai air liur yang menghubungkan bibir mereka berdua tergantung menggelayut ketika Nayla melepaskan tautan bibirnya dari Bintang. Bibir itu merekah indah, nafasnya pun tersengal-sengal yang membuat sepasang bukitnya yang indah terlihat naik-turun didadanya. Semburat merah memancar dari kedua pipinya. Nayla menatap Bintang pasrah dan penuh pengharapan. Ia ingin Bintang membelainya, memanjakannya, melindunginya dan membuktikan semua rasa cinta terhadap dirinya. Matanya yang bulat dan indah memandang sayu penuh gairah.
“I’m yours, Bintang…” Desah Nayla mesra ditelinganya. Gelora Bintang melonjak-lonjak keluar. Begitu menggebu, jiwa kelelakiannya merasa ditantang. Perlahan ia membelai mesra pipi Nayla, menelusuri lekukan demi lekukan wajahnya dengan lembut. Nayla pun mengecup jemari Bintang tatkala jemari itu menyentuh bibirnya. Tak tahan melihat bibirnya Nayla yang setengah terbuka merekah seperti menanti hendak dijamah, Bintang memburu, mengulum bibir Nayla penuh gairah. Nayla tersentak, bulu-bulu halus yang ada ditubuhnya terasa berdiri. Bagaikan disengat ribuan voltase cinta, ia pun menyambutnya dengan ciuman yang lebih panas lagi. Tangannya bergerak-gerak tak beraturan meremas-remas rambutnya Bintang.
Perlahan tapi pasti tangan dan ciuman Bintang mulai turun merambat kebagian bawah leher tubuh Nayla. Belaian lembut Bintang pada buah dadanya membuat tubuhnya bergetar makin bergairah. Bintang pun meremas lembut buah dada itu, terasa pas dalam genggaman tangannya. Satu-persatu kancing kemeja bagian atas Nayla pun terbuka, menampakkan sepasang dada yang membusung indah menantang dalam balutan bra hitam. Bintang sangat terpesona melihat pemandangan indah yang terhampar didepan matanya.
Sesaat Bintang mengalihkan pandangannya, menatap ragu kearah bola matanya Nayla. Namun perlahan tapi pasti, Nayla mengangguk pelan dan tersenyum. Seperti mendapatkan suatu persetujuan, Bintang pun mencium mesra leher Nayla. Makin lama ciuman itu makin hangat, semakin panas dan mulai turun menelusuri tubuhnya Nayla.
Wanita itu pun merintih perlahan penuh kenikmatan ketika jemari Bintang menyelusup kebalik bra hitam yang membungkus erat payudaranya. Wajahnya semakin memerah, titik-titik keringat terlihat mulai bermunculan didahinya. Tak bisa dipungkiri bahwa Nayla tengah didera oleh perasaan gelora gairah yang hebat. Tubuhnya bergetar dan meliuk-liuk indah tatkala sentuhan-sentuhan Bintang menyapu semilli demi semili pori-pori ditubuhnya.
Ciuman-ciuman maut Bintang yang menari-nari didada dan lehernya membuatnya terlempar ke dunia antah-berantah, seakan terlambung dari dunia nyata dan melayang menuju keangkasa biru yang penuh hamparan bintang diatas sana. Desahan-desahan dan rintihan kenikmatan terlepas begitu saja dari bibirnya tanpa ia sadari. Bintang menindih pelan tubuh Nayla dengan hati-hati, ditatapnya lagi wajah itu yang terlihat sangat cantik dan menggairahkan. Nayla, adalah wanita pertama yang mampu menjeratnya dalam pesona nafsu surga duniawi. Dengannya-lah Bintang bisa merasakan dan mereguk apa itu indahnya surga dunia dan wanita yang sering digembar-gemborkan orang-orang. Dan sekarang, dia mempercayai itu semua!
***********************************
*To be continue…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar