“Ssshhh…”



Stop!

Diam!

Lebih baik kamu diam, suasana hatiku sedang tak enak.


Maunya kamu itu apa, sih? Perasaan dari tadi ngobrol baik-baik aja, namun kenapa tiba-tiba kamu bete dan menyinggung masalah yang sudah berlalu? Bukankah kita pernah bahas? Trus? Masih pentingkah buatmu mempersoalkan itu semua? Wait, semua orang punya masa lalu, Babe. Kamu, aku bahkan semua orang punya masa lalu. Tapi mengapa kamu selalu saja senang mengungkit-ungkit itu semua? Babe, kita udah pernah bahas, udah pernah! And it’s done… Sekarang ini hanya ada aku, kamu dan keluarga kita… Duh, pliss deh…

"Love is Foool...!"






“SIGHT…!”
n.Carino

“You love me… You love me not…
You love me, you love me not…
You love me, you love me n—“

Huft… Stop of being irrational!
Terkadang manusia bisa jadi konyol ketika berhadapan dengan masalah cinta. Ughhh… I definitely don’t want to be the one! Enyah doong…
Bagaimana caranya, ya?

“LOVE AND SACRIFICING_Part. 4” (KHALISA_2)


   “LOVE AND SACRIFICING_Part. 4”  
(KHALISA_2)


By: Naomi


THOU CONVERSATIONS & FLASHBACK MEMORY

“Jadi kakak bukan mantan pacarnya? Tapi mengapa komentarnya kak Khalisa bisa seperti itu, ya?” Tanya Carmen disuatu siang saat lunch time bersama Khalisa di sebuah café yang berada dikawasan Setia Budi tersebut, yang berada tak jauh dari kantornya Khalisa. Khalisa hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.